Tetesan deras
Semuanya berubah, kala itu tiba semuanya kan jadikan dirimu tak ada artinya. Aku sering berbuat salah kepadanya. Banyak, sampai-sampai tak tahu berapa banyak. Aku gantikan semuanya dengan kehangatan. Aku coba membuatnya nyaman. Aku berusaha membuatnya serasa didukung lahir dan batinnya. Aku telah berupaya agar sakit tak jadi tempatnya berpulang. Tapi, makin jauh ia melangkah semakin pula aku sendirian. Api kecil yang kubuat untuk menarik perhatian dan mungkin untuk jadi alasan. Hanya menambah langkahnya pergi menghilang. Gelak tawanya yang ku rindu, Senyumnya ketika ia mengharap kehadiranku, Marahnya ketika ku telat membalas atau tak menghubungi. Semua perlahan memudar dan pergi meninggalkan puannya. Semalam aku berbicara pada diriku. Aku bertanya pada Aku, "Rumah mana yang nyaman bagimu?". dengan spontan aku menangis entah dari mana datang air sederas itu dan dengan lantang Aku menjawab "Dia! rumah ternyaman dan aman bagiku saat ini hanya dia. dan akan selalu dia. Tem...