Postingan

Tak merasa..., lagi

 Berjalan melupakan tanpa henti merasakan Seakan terbiasa dengan kesendirian Melepaskan ... Suatu yang menjadi tumpu kebahagiaan Sulit bagiku menjadi diriku Melihatmu, Merasakan kebahagiaanmu dipelukan lain Tanpa sadar itu membakarku dari dalam Cintaku yang tersimpan rapat pada singgasananya Mulai perlahan menusukku berkali-kali Sampai aku tak dapat merasa, mati... Kenangan semua tentangmu Suaramu, hangatmu, tangismu, tawamu, marahmu Segalanya.. merusakku perlahan Aku tau jelas ini sakit tapi aku tak dapat merasa, lagi Apa kita akan bertemu dengan rasa yang sama? Apa kamu masih ingat semua tentangmu dan aku? Apa tuhan menyiapkan waktu untuk kita? Aku rindu, sya Aku rindu...

Hanya itu

 Aku hanya hendak bercerita, mengabarkan kabarku yang dulu kau takut aku kenapa. Aku hanya hendak mengatakan aku sedang tidak baik. Aku cuma ingin kamu hadir malam ini karna aku tak mampu menahan beban itu sendiri. Aku cuma ingin kamu menenangkan.. Aku hanya berusaha menjawab pertanyaanmu dengan sejujur-jujurnya, tapi yang datang bukan kata "ada aku disini" yang ada "kenapa begitu". Aku cuma ingin mengatakan aku serindu itu.. aku cuma ingin mengatakan aku tak usah punya sesiapa. aku cuma butuh pelukmu. Aku hanya butuh kamu hadir malam ini tak lebih... seperti aku menyanyikanmu ketika kau butuh aku bersenandung menghantarmu lelap Hanya itu tak lebih....

kabarku

Aku separuh melapuk, sesibir lebur dan sepiak retak   Dunia tempat yang lucu ya? Tempat beriang dan bersedih di satu tempat. Tempat bergelak dan berkabung di ruang waktu yang partikular. Kini, aku melihatnya dengan lebih jelas sebagai tokoh netral yang berpadu dalam cerita plural didalamnya. Aku beradu dengan rasa bergejolak dalam hati, berusaha terbiasa dan menerima sepi menjadi kawan bukan lawan. Aku menjadi "diriku" yang mungkin 2 atau 3 tahun "diriku" yang lalu tak kenal.  Dunia tempat yang lucu ya? Manusia seenaknya bermain dengan rasa, bermain dengan hati. menjadikan bahan guyonan sedangkan lucu tak aku rasa hadirnya. hanya terpuruk makin terpuruk, hanya tersungkur makin tersungkur. Aku terbiasa membawa hangat sekarang dingin yang bisa aku tuai. Dunia tempat yang lucu ya? ketika semua manusia menjadi beramai dan aku bersulih menjadi retak, tak berwajah dan tak sehangat biasa. apa ini memang jalannya? Aku hanya menerka dan tak paham suratan. Aku merapuh seperti...

Tetesan deras

Semuanya berubah, kala itu tiba semuanya kan jadikan dirimu tak ada artinya. Aku sering berbuat salah kepadanya. Banyak, sampai-sampai tak tahu berapa banyak. Aku gantikan semuanya dengan kehangatan. Aku coba membuatnya nyaman. Aku berusaha membuatnya serasa didukung lahir dan batinnya. Aku telah berupaya agar sakit tak jadi tempatnya berpulang.  Tapi, makin jauh ia melangkah semakin pula aku sendirian. Api kecil yang kubuat untuk menarik perhatian dan mungkin untuk jadi alasan. Hanya menambah langkahnya pergi menghilang. Gelak tawanya yang ku rindu, Senyumnya ketika ia mengharap kehadiranku, Marahnya ketika ku telat membalas atau tak menghubungi. Semua perlahan memudar dan pergi meninggalkan puannya. Semalam aku berbicara pada diriku. Aku bertanya pada Aku, "Rumah mana yang nyaman bagimu?". dengan spontan aku menangis entah dari mana datang air sederas itu dan dengan lantang Aku menjawab  "Dia! rumah ternyaman dan aman bagiku saat ini hanya dia. dan akan selalu dia. Tem...